welcome

Selasa, 20 September 2011

Arti warna merah dan biru surat tilang



Dalam undang - undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Surat tilang dibagi menjadi dua macam, yaitu surat tilang warna biru dan warna merah.
Masing-masing surat tilang tidak sama, baik dari segi hukum dan segi warna,
adapun perbedaan surat tilang warna biru dan warna merah adalah :



Surat tilang warna merah :
Artinya kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Nantinya akan terbukti apakah kita bersalah atau kita tidak bersalah dan akan menerima hukuman dari Putusan Hakim sesuai dengan perundangan lalu lintas yang berlaku.




Surat tilang warna biru :
Artinya kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal membayar ke nomor rekening tertentu melalui Bank BRI. Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di Polsek/Polres terdekat dimana kita ditilang. Kebanyakan pengendara memilih slip biru karena sering bepergian keluar kota atau provinsi, sehingga jika mengambil slip merah, maka akan repot untuk mengurus atau mengambil kembali STNK atau SIM dipengadilan ditempat dimana di tilang, sehingga untuk mempercepat proses, slip biru ini yang dipilih karena tidak butuh proses lama namun biayanya sendiri lebih besar dari slip merah tergantung dari pelanggaran yang kita buat.





Kesimpulan :
Dari dua slip tilang warna merah dan biru ada kelebihan dan kekurangan masing - masing. Adapun kelebihan dari Slip tilang berwarna merah adalah Denda yang di jatuhkan Hakim bukan denda tilang Maksimal artinya hakim bisa berpendapat lain mengenai berapa yang harus dibayarkan oleh Pelanggar, Misal di slip merah tertera denda tilang Rp. 100 rb, di Putusan Hakim bisa saja Denda yang harus dibayar Pelanggar hanya Rp.25 rb, karena Hakim dalam Putusan nya tidak menggunakan Denda Tilang Maksimal, adapun kelemahan dari slip merah adalah dalam segi waktu sangat lama, kita harus mengantri, belum lagi ada calo atau sidang bisa ditunda karena Pelanggar banyak yang bersidang pada hari itu.
Sedangkan Kelebihan Slip Biru adalah waktu nya yang sangat efisien, tidak perlu mengantri, tidak ada calo dan tidak perlu repot - repot datang kepengadilan karena hanya membayar denda di Bank, adapun kelemahan dari Slip warna biru adalah memakai Denda tilang Maksimal, Misalnya kalau dislip tilang biru Tertulis Rp. 100 rb, maka kita harus bayar di Bank Rp. 100 rb.  
Nb:
Untuk berapa nominal denda pelanggaran yang akan dikenakan, tergantung Pasal yang kita langgar. Diatas hanyalah contoh pelanggaran denda yang mungkin gampang untuk dimengerti pembaca.

Sumber : www.Hukumonline.com

13 komentar:

  1. mau tnya ni om...
    om kan yang paham hukum, kan byak ni masalah tentang penggunaan knalpot racing pada motor,, misalkan saya ketilang karna memakai knalpot racing merek nob1 yang secara jelas dia buatan pabrik,punya merek dan punya ijin untuk digunakan.. sebenernya boleh gx om kita pake knalpot itu?? mkasih ya om sebelumnya.....

    BalasHapus
  2. Biasa nya Polisi dalam menindak pelanggaran lalu lintas dalam hal pelanggaran berupa pemakaian knalpot racing,menggunakan Pasal 58 Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.
    "Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas."
    sedangkan penjelasan Pasal 58 ini adalah :
    "Yang dimaksud dengan “perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas” adalah pemasangan peralatan, perlengkapan, atau benda lain pada Kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan lalu lintas, antara lain pemasangan bumper tanduk dan lampu menyilaukan."
    sedangkan ketentuan pidananya pada Pasal 285 ayat 1, yang berbunyi :
    "(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)".

    BalasHapus
  3. trus intinya boleh gx om?? misalkan gx boleh dipake knp masih dapet ijin diproduksi dan boleh di jual belikan om??
    thanks om sebelumnya.. ;)

    BalasHapus
  4. intinya, klu kita memakai atau membeli motor standar keluaran pabrikan yang asesoris standar dan blm diganti seperti penggantian knalpot, maka itu sesuai dengan UU lalu lintas. tapi klu sudah ada komponen asesoris yg di ganti tdk sesuai standar pabrik, maka itu melanggar aturan. untuk izin produksi tergantung peruntukan, misal pabrik si A menjual produk knalpot AHRS, knalpot tersebut di peruntukan untuk motor balap ajang road race yg resmi, bukan untuk di pakai harian..nah kebanyakn dari kita memakai knalpot racing untuk harian, itulah sebab ny kita melanggar aturan.

    BalasHapus
  5. permisi tanya, kalau dapat slip merah nanti proses di pengadilannya bagaimana ya, apakah datang kemudian membayar denda ? dan kalau kita mau minta slip biru bagaimana ngomong ke petugasnya supaya dia mau ngasi slip biru, kan ada petugas yang tidak mau memberikan slip biru.

    maaf banyak tanya saya buta hukum soalnya he3

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi kalu slip merah kita datang kepengadilan negeri, untuk membuktikan apakah kita bersalah atau tidak,nanti kita disidang, dengan proses sidang yg cepat, setelah itu klu kita bersalah maka kita membayar denda, yang mana denda tersebut dari harga minimal, biasa nya kt kena Rp. 25.000 ( dua puluh lima ribu rupiah ).klu slip biru kita membayar denda tilang di Bank BRI, yang mana harga tilang tersebut dikenakan denda maksimal, jadi untuk surat tilang ada dua macam, yang merah proses pengadilan, yang biru bayar di Bank BRI.untuk ngomong dengan petugas, langsung saja minta slip warna biru, biasa nya Polisi menulis tilang dengan slip merah, sebelum Polisi membuat surat tilang warna merah, kita langsung minta yang warna biru saja karena prosesnya cepat.

      Hapus
  6. Mau tanya nich om,, SIM aku kan kena tilang. Trus sudah 1 tahun lebih belum aku tebus. yang jadi pertanyaan, apakah SIM aku masih bisa aku ambil, lalu kemana aku mengambilnya. aku kena tilang di Jakarta pusat.

    BalasHapus
  7. kal di pasal denda maksimalnya 500.ooo trus minta form biru apa kita harus bayar segitu juga????? mhon knfrmsinya. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak la bro. . .
      d'stu kan tertera bro denda" setiap yg kita kenaki. .
      contoh kaca spion = brp . .
      tutup pentil ban = brp ??

      inti na kita jgn sampek kalah mop (di gertak) sama polisi tu bro. . .
      krna mereka sma kita sama aj,beda unifom (seragam) na aj nt tu. .

      NB.jnji kita harus lengkap la bro SIM dan STNK. .

      psti polisi na gak bisa gertak kita ge
      wakakaka

      Hapus
  8. mau nanya nih; kalau minta slip merah dan slip biru gmn..??

    BalasHapus
  9. Terkadang Slip BIRU susah dikeluarkan alasan habis
    Spuaya kita damai itu 100.000,- hehe indahnya damai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelum dibuat surat tilang, kita langsung meminta slip warna biru, biasa nya dalam praktek polisi lalu lintas dalam membuat surat tilang tidak menanyakan mau surat tilang warna merah atau biru, kebiasaan polisi lalu lintas selalu membuat surat tilang warna merah karena kita menyangkal pelanggaran dan harus dibuktikan di pengadilan. nah kalau masalah damai ditempat dengan membayar Rp.100 rb atau lebih mungkin polisinya mau buat modal malam mingguan.hehe

      Hapus
  10. bgmpun tetap minta slip biru, bukti pengakuan kesalahan. bayar dendanya di BRI, lalu ambil sim/stnk anda. urusan simple

    BalasHapus