Minggu, 15 Januari 2012

MANUSIA DAN KEINDAHAN




1.       Pengertian Keindahan
Keindahan atau estetika berasal dari kata Yunani yang berarti merasakan to sense, atau to perceive. Keindahan berawal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Pada abad ke 18 pada zaman Yunani Kuno, pengertian keindahan telah di pelajari oleh para filsuf.
Menurut the Liang Gie dalam bukunya Garis Besar Estetika ( filsafat keindahan ), keindahan dalam bahasa  Inggris adalah Beautiful, Perancis beau, Italy dan Spanyol Bello, kata – kata itu berasal dari bahasa Latin Bellum. Akar katanya adalah Bonum yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi Bonellum dan terakhir dipendekan sehingga ditulis Bellum.
Orang harus membedakan keindahan, sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk membedakan ini, dalam bahasa Inggris sering digunakan istilah beauty ( keindahan ) dan the beautiful ( benda atau hal yang indah ). Dalam bahasa filsafat, kedua pengertian itu terkadang dicampur adukan saja.
Menurut luasnya keindahan dibedakan pengertian ;
1.       Keindahan dalam arti luas
2.       Keindahan dalam arti estetik murni
3.       Keindahan dalam arti terbatas, dalam hubungannya dengan penglihatan.

Menurut The Liang Gie Keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan menyenangkan. Jadi pengertian yang seluas – luasnya meliputi :
A. Keindahan seni
B. Keindahan alam
C. Keindahan Moral
D. Keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih sempit dan hanya menyangkut benda – benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni keindahan dalam bentuk dan warna.
Kebudayaan  diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, terutama kebutuhan hidup fisiknya. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, manusia menciptakan kesenian yang merupakan salah satu kebutuhan psikisnya yang tercukupi melalui rasa indah ( seni : rasa indah )
Kesenian  merupakan salah satu dari tujuh wujud budaya universal.( lihat masalah kebudayaan )
Pada umumnya kesenian dapat dinikmati oleh manusia melalui dua macam inderanya, yaitu indera mata dan indera telinga, atau keduanya secara serentak. Keindahan dalam hubungannya dengan kedua macam indera tersebut , dibedakan  atas tiga macam, yaitu seni rupa, seni suara, dan seni pertunjukan.
a.       Seni Rupa
Seni rupa merupakan kesenian yang dapat dinikmati melalui indera mata sehingga sifatnya visual. Wujudnya antara lain seni bangunan, seni relief atau ukiran timbul, seni lukis dan seni rias.
b.      Seni Suara
Merupakan kesenian yang dapat dinikmati melalui indera telinga sehingga sifatnya audio. Wujudnya antara lain seni vocal, seni instrumental, dan seni sastra yang lisan.
c.       Seni Pertunjukan
Kesenian yang dapat dinikmati dengan indera mata dan telinga sekaligus sehingga sifatnya audiovisual. Wujudnya antara lain seni tari, seni drama, dan seni film.
2.       Perkembangan Kesenian
a.       Perkembangan kesenian atas dasar waktu
Dibedakan atas tiga zaman, yaitu zaman kuno, zaman tengah dan zaman modern.
1.       Zaman Kuno
Zaman kuno yang memiliki sifat – sifat tradisional bercirikan sifat – sifat sebagai berikut :
A. Meniru Alam ( mimetic ), sehingga seni sangat mirip atau dipengaruhi oleh alam
B. Adanya keselarasan yang bersifat statis, yaitu keselarasan dengan alam sebagai lingkungan dan perkembangan sangat lambat.
C. Semboyan yang umumnya adalah i’art pour i’art, artinya seni untuk seni yang berarti seni tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan lain.
                         2.  Zaman Tengah
             Memiliki sifat – sifat peralihan antara zaman kuno dan zaman modern, sehingga mempunyai ciri – ciri di antara kedua zaman tersebut. Misalnya antara tiruan alam dan ciptaan manusia.
3.      Zaman Modern
                                Memiliki sifat – sifat kontemporer bercirikan sifat – sifat sebagai  berikut :
a.    Merupakan ekspresi manusia, dalam hal ini manusia sebagai homo creator, bebas untuk menciptakan sesuatu dengan dirinya dan sejauh mungkin lepas dari pengaruh alam.
b.   Adanya semacam kejutan yang dinamik, jadi bertentangan dengan sifat keselarasan sebagai ciri zaman kuno sehingga dapatlah diciptakan sesuatu yang baru
c.     Semboyan yang umumnya adalah i’art pour i’homme, artinya seni untuk manusia, jadi mengekspos seni keperluan dalam hidupnya.
b.      Perkembangan kesenian atas dasar Tempat atau Lokasi
                        Perkembangan kesenian menurut tempat atau lokasi juga dapat membedakan satu kesenian dengan kesenian yang lain. Namun, perbedaan ini sebenarnya juga tidak terlepas dari faktor waktu, sehingga perkembangan menurut tempat dapat juga menggambarkan perkembangan waktu, secara umum perkembangan kesenian ini dapat dibedakan atas :
1.       Kesenian rakyat
·         Kesenian rakyat yang merupakan seni tertua di Indonesia disebut sebagai seni tradisional. Ciri – ciri kesenian rakyat ;
·         Kesenian rakyat merupakan ekspresi – kolektif
·         Kesenian rakyat diadakannya sangat sederhana
·         Arena yang dipergunakan untuk kesenian rakyat adalah lapangan terbuka
·         Kesenian rakyat memiliki sifat improvisasi atau spontan.
·         Pada pertunjukan kesenian rakyat, antara pemain dan penonton menjalin komunikasi
·         Yang diutamakan dari pertunjukan kesenian rakyat adalah harus mengikuti cerita sebagaimana lazimnya.

2.       Kesenian Keraton
·      Merupakan kesenian yang berkembang dikeraton, istana raja. Ciri – cirinya ;
·      Arena yang dipergunakan adalah pendopo
·      Penyajiannya juga serba megah, baik dalam dekorasi, kostum maupun penampilanya.
·      Keraton sebagai makro kosmos memberikan pancaran kewilayah kerajaan dan rakyatnya sebagai makro kosmos. Sehingga wibawa raja lebih terasa
·      Cerita yang dimainkan erat kaitannya dengan pemerintahan
·      Dengan penonton yang cukup beradab, kesenian keraton lebih bersifat sakral dari pada hiburan.
3.       Kesenian kota
·      Merupakan kesenian yang berkembang di kota, ciri – cirinya ;
·      Arena yang digunakan adalah gedung pertunjukan yang khusus untuk kesenian dan sifatnya tertutup.
·      Penyajiannya serba kontemporer
·      Materi penyajiannya adalah cerita yang hidup dalam masyarakat
·      Antara pemain dan penonton tidak terdapat komunikasi.


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar